Saturday, February 13, 2010

"CantiK" isn't Main;D

Pagi ini tidak seperti pagi-pagi saya biasanya semenjak saya dinyatakan lulus sebagai salah satu dari beberapa sarjana theologi islam di muka bumi ini. Jika akhir-akhir ini biasanya saya memulai pagi saat jarum jam di angka delapan, maka untuk pagi di hari ini saat jarum jam di angka delapan saya bukan lagi berada di atas kasur dengan mata sembap dan belek di mana-mana, tetapi saya sudah berdiri mengisi formulir pendaftaran Audisi Presenter Berita dan Diskusi Jurnalistik di Universitas Indonesia Depok lengkap dengan kemeja rapi ditambah aroma wangi yang sangat jarang dijumpai di pagi-pagi biasanya;)
Sejak saya mengetahui dari iklan di televisi, bahwa Tv One sedang menyelenggarakan road shownya di beberapa kampus di Indonesia, saya yang kebetulan memang sedang sibuk mencari kesibukan ini langsung saja dengan senang hati merepotkan diri untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. Pikir saya saat itu ialah ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi saya mengingat kualifikasi persyaratan yang diajukan pihak Tv One sangat-sangat mudah sekali untuk dipenuhi. (yang terpenting adalah jenis pekerjaan yang ditawarkan ini sama sekali tidak menyinggung tentang TINGGI BADAN!)
Dengan bermodalkan CV, Foto teranyar ukuran post-card, dan mengisi formulir pendaftaran, jadilah saya sebagai salah satu dari peserta audisi presenter berita dan diskusi jurnalistik tadi. Saya mendapat urutan ke 86, beruntung saya berhasil memaksa tubuh saya untuk bangun pagi hari ini, karena jika tidak saya akan bernasib sama dengan teman sesama peserta yang duduk di belakang saya yang kebagian nomor urut 339, sedangkan kegiatan yang dijadwalkan mulai pukul 08.00 pagi, hingga pukul 09.30 lewat belum juga dimulai. Jadi bisa dibayangkan bagaimana rasanya mendapat nomor urut 339!!
Setelah saya mencukupi persyaratan yang dibutuhkan, pekerjaan selanjutnya adalah duduk menunggu hingga nomor urut saya terpanggil. Menunggunya dengan selembar kertas naskah berita yang dibagikan adik-adik panitia. Selama masa menunggu itu hampir semua peserta melakukan hal yang sama, berkomat-kamit menghafal naskah berita yang dibagikan dan sibuk mengimproved bagian lead agar terlihat seperti presenter-presenter handal yang  sering terlihat di televisi.
Disela-sela waktu menunggu seruan panitia memanggil urutan 86, saya memutuskan untuk mengikuti Dialog Jurnalistik yang diadakan di waktu yang bersamaan dengan kegiatan Audisi. Kegiatan ini dinarasumberi oleh Director News and Sports Tv One, Bapak Karni Ilyas. kurang lebih dua jam saya menyimak ilmu yang beliau amalkan kepada peserta dialog. Ilmu yang sangat berharga yang saya dapatkan, bukan sekedar ilmu-ilmu teori jurnalistik tetapi ilmu-ilmu kehidupan yang bisa kita gunakan jika igin menjadi seorang jurnalis sejati. Bapak Karni sangat jauh dari kesan tampan, elegan, klimis ataupun berpenampilan eksmud-eksmud pada umumnya, vokalnya pun sangat tidak enak didengar!! Tapi kalimat-kalimat yang keluar dari mulut beliau saya pikir cukup mampu untuk memberi suntikan imun kepada para pemuda yang berniat untuk menjadi jurnalis, wartawan ataupun sejenisnya. 
Dengan suaranya yang khas itu beliau berkata, "saya tidak butuh cantik atau ganteng kalian yang saya butuhkan substansi dari otak-otak kalian, bahwa penampilan itu memberi kontribusi terhadap jalannya pekerjaan ini, iya. Tetapi bukan yang utama. saya membutuhkan keprofesionalitasan kalian bahkan didetik terakhir masa kinerja kalian." Beliau mencontohkan keprofesionalitasan seorang Crhristiano Ronaldo ketika akhirnya ia memutuskan untuk menerima pinangan Real Madrid dan resign Manchester United. Di satu malam sebelum ia pindah team ke Real Madrid, Ronaldo masih bermain membela team Manchester United seperti ketika ia pertama kali bergabung di MU, ia masih terlihat semangat untuk memenangkan Team yang dalam hitungan beberapa jam bahkan sudah tidak menggajinya lagi.
Saya sebagai pemula dalam permasalahan audisi mengaudisi ini, sungguh yang terbayangkan di benak saya dalam ruang audisi nanti paling tidak adalah empat kamera yang menyorot tajam ke wajah saya dan  juri dengan mata melotot siap menilai penampilan saya (wajah yang camera face atau tidak, bedak saya yang luntur, bulu mata saya yang tidak lagi keriting dsb). Ketika pada akhirnya urutan ke 86 diserukan yang itu berarti giliran saya yang berjuang ke ruang audisi dengan mengerahkan segala kemampuan saya untuk bisa tampil sememuaskan mungkin.
Di mulai dengan membuka pintu ruangan audisi, hal pertama yang terlintas dalam otak saya adalah mengucap syukur, karena baru dipermulaan saja saya sudah diberikan Tuhan nikmat dengan kebagian seorang juri Alvito Dinova yang wajahnya jauuuuhhh sekali dari kesan menakutkan, bahkan beliau terlihat sangat jauh dari kesan JELEK (ganteng,red). ketika saya duduk berhadapan dengan beliau, saya sempat menoleh ke kanan dan kiri mencari-cari di mana letak kamera yang biasanya difasilitsi sebagai perangkat audisi. (namanya juga audisi presenter TV pasti berhubungan dengan kamera kan?) TERNYATA.....persis seperti  apa yang disampaikan Bapak Karni Ilyas pada forum dialog tadi. Audisi kali ini  benar-benar tidak seperti audisi presenter yang banyak diceritakan oleh teman-teman peserta yang sudah pernah berkali-kali mengikuti audisi semacam ini. Juri dihadapan saya sama sekali tidak memperdulikan apa baju yang saya kenakan, rata atau tidakkah bedak yang saya pakai, warna dan kode apa lipstik yang saya oleskan, beliau sungguh-sungguh mengaudisi kemampuan otak saya sebagai seseorang yang mendaftarkan  diri  sebagai presenter televisi. audisi ini bahkan lebih mirip dengan ujian nasional tingkat SLTA mata pelajaran IPS. Pertanyaan mengenai siapa nama menteri tenaga kerja, siapakah itu Gunawan Muhammad, apa latarbelakang pendidikan Azzumardi Azra mengalir dari mulut si tampan Alvito Dinova. Sungguh sangat jauh dari bayangan saya, bahkan naskah yang sedari pagi saya hafalkan hanya dibaca tidak lebih dari separuh alinea. dan semua proses audisi ini hanya memakan waktu tidak lebih dari 3 menit (bandingkan dengan waktu menunggu selama 4 jam!)
Tapi..ada kebanggaan bagi saya ketika saya keluar dari ruangan audisi tadi, saya merasa bahwa saya berada di tempat atau di kegiatan yang sangat baik, sebuah kompetisi yang memiliki esensi yang memuaskan, saya bertarung secara objektif, kalopun terdapat kesubjektifitasan itu adalah kesubjektifitasan otak atau ilmu yang peserta miliki. Kompetisi yang tidak lagi mengedepankan kecantikan atau ketampanan sebagai main priority. Yang sekalipun saya mendapati diri saya tidak lolos dalam audisi tersebut, justru mungkin akan membuat saya semakin rajin membaca, aware terhadap kejadian-kejadian sosial, dan saya semakin merasa bahwa modal wawasan saya untuk mengabdi pada masyarakat melalui televisi masih sangat jauh dari rata-rata.

Alhamdulillah jika hari ini Tuhan masih berkenan memberi nikmat-Nya melalui kegiatan positif yang saya ikuti hari ini;))

Wednesday, January 13, 2010

KATA PENGANTAR

بسم الله الرّحمن الرّاحيم

Nikmat-Mu manakah yang mampu hamba dustakan? Sujud syukur diiringi segala pujian, penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang jika bukan karena kemurahan dan karunia-Nya pastilah penulis tidak akan sampai kepada titik akhir yang membahagiakan ini.

Solawat dan salam penulis curahkan untuk manusia terbaik yang tak habis penulis kagumi, Muhammad saw, ketika mengetahui siapa, apa dan bagaimana Beliau melalui riwayat-riwayatnya yang sempat penulis pelajari di kampus ini.

Sulit rasanya ketika penulis diminta untuk mengucapkan rasa terima kasih hanya dengan beberapa lembar kertas ini, karena begitu banyak pihak-pihak yang sangat membantu perjalanan penulis selama ini, namun jika penulis harus mengucapkannya, dengan segala kerendahan hati penulis ingin sekali menghaturkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

• Bapak Eva Nugraha, M.A beserta Ibu, Fadl, Lintang dan si kecil Meto, yang telah memberikan lebih dari sekedar bimbingan pembuatan skripsi kepada penulis.

• Bapak Dr. Bustamin, selaku Ketua Jurusan, atas segala bantuan dan nasehatnya. (cuma di Tafsir Hadis penulis bisa menemukan Kajur se-Rock n Roll bapak!!hehe )

• Yang terhormat Bapak Dr. M. Amin Nurdin, selaku Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, beserta jajarannya Dr. Masri Mansoer, Dr. Hj. Hermawati, dan Dr. Hamid Nasuhi, selaku Pembantu Dekan.

• Staf Perpustakaan Fakultas Ushuluddin, Perpustakaan Utama, dan tentu saja Perpustakaan Iman Jama’ yang bantuannya tidak pernah berhenti mengalir untuk penulis.

• Seluruh jajaran dosen dan karyawan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, atas bantuan dan bimbingannya selama ini.

• Guru-guru tercinta di SMA Muhammadiyah 25, khususnya Ibu Yuyun Pujiastuti, Bapak Mustaqim Kurdi, Ibu Puji Astuti) yang hingga kini masih berkenan memberikan bantuan dengan segala ketulusannya.

• Senior-senior yang baik hati (Kakak Baehaqi, Kakak Syafa’at, Kakak Amelia, Kakak “Eceng”, Kakak Tebe, Kakak Fikri)

• Yang terkasih, Faidah Umami, selaku teman, sahabat, partner kerja terbaik, dan kaka jempolan yang pernah penulis miliki, terima kasih untuk semua ketulusannya dalam membantu penulis dari awal perjuangan di kampus ini. Semoga terus berkenan untuk tetap menjadi salah satu orang terbaik dalam kehidupan penulis.

• Teman-teman tersayang dan terhebat, Fikri Fauz al-Hafiz (Sahabat sekaligus saudara terbaik bagi Penulis), Tatak (Terus berjuang untuk tetap menjadi anak yang berbakti bagi Mak dan Abuya serta kakak terhebat bagi kelima adik-adikmu) Ayi dan Iji (Ayo! Bikin senyum papa semakin lebar di atas sana, SEMANGAT! I’ll always be there for you, Darla), Brot (semoga tetap berkenan menyayangi penulis seperti ini sampai kapanpun), Agus (untuk semua bantuannya, walaupun kadang-kadang ide-idemu sangat kriminal!), Rizki (Penulis hanya mampu mengucapkan “Terima Kasih ya Kang!”) Uje (Orang hebat tanpa banyak bicara, Talk less do more!) Siti Farida (yang “mendadak kembar” dengan penulis lewat bentuk alis sebelah kiri, porsi badan dan nasib percintaan), Ncop, Fitry, Labib Syauqi, Hafiz, Iju, Aini, Akib, Susi, Ratih, Maksal, Omen, Syarif, Ismail, Arul, Sahal dan Ubay, dan tak lupa kepada Amin Asriadi (atas saran-saran konkrit yang sangat aplikatif), Ahmad Ubaydi Hasbillah (atas pencarian hadis-hadisnya, cepet nyusul Bet!), MS Wibowo (atas pinjaman Buku Pedoman Akademiknya, Ayo! Semangat bangun pagi, semangat Kuliah!). Penulis sangat berharap semoga persaudaraan kita tidak ikut berakhir seriring berakhirnya masa perkuliahan ini.

Secara khusus ucapan terima kasih yang terdalam disertai peluk hangat penulis haturkan untuk:

• Mama Amelviani Husni, Papa Abdi Rahman dan Ke-Enam Kakak-kakak tercinta, khusunya Kakak Hanna Amalia, atas dedikasi mereka sebagai keluarga dalam memenuhi hak-hak penulis sebagai seorang anak, yang tidak akan mampu terbalas oleh apapun. Semoga surga Tuhan yang menjadi balasannya.(hartelijk be dank!)

• Yuniar Rachdianti, Sahabat yang selalu menjadi “malaikat” kecil bagi penulis di saat-saat apapun.

• Muhammad Yan Anwarul Anshori dan keluarga, atas kesempatannya untuk pernah merasakan perhatian dan kasih sayang dari kalian. Semoga keinginan kita sama dengan keinginan Tuhan, eventhough not, U have to know that you'd be the best part of my times, Schatje!

• Salam takzim penulis untuk Prof. Dr.M. Quraish Shihab, Dr. Faizah Ali Sybromalisi dan Dr. Ahmad Luthfi Fathulloh, orang-orang yang berperan besar bagi penulis karena mampu mengubah penyesalan menjadi sebuah kebanggaan karena sempat menempuh perjalanan di Tafsir hadis ini.

Akhir kata, penulis haturkan pula penghargaan setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang tidak dapat tercantumkan satu per satu. Hanya doa dan harapan semoga kehidupan yang lebih baik dapat menjadi balasan untuk semua kebaikan yang kalian berikan kepada penulis. Jazâkumulloh ahsanul jaza

Desember,2009
Avina Mardhiyati

Thursday, January 7, 2010

TIMNAS OH TIMNAS

kuat-kuat saya memegang perut saya yang kesakitan karena menahan tawa...saat itu saya sedang menyaksikan kabar televisi yang menyampaikan suatu kejadian menggelikan yang terjadi saat TIMNAS Indonesia bertanding melawan OMAN Rabu kemarin.. dalam berita itu ditayangkan KENEKATAN seorang penonton yang tanpa dosa meloncati pagar pembatas antara pemain dan supporter kemudian berlari ke tengah lapangan sembari "membantu" TIMNAS untuk mengoper bola ke gawang..

GUYS! Bukankah "bantuan" si supporter tadi sungguh luar biasa??

saya yakin sekali, si supporter itu tidak memiliki niatan untuk mencari sensasi dengan mendadak menjadi "bintang" di tengah lapangan..saya yakin, hal itu terjadi, murni karena kekecewaan beliau terhadap "hasil" yang dihadiahkan TIMNAS selama berjam-jam beraksi di lapangan.. dan si supporter tadi saya rasa cukup mewakili para supporter-supporter TIMNAS lain yang "gregetan" dengan aksi sang IDOLA..bayangkan saja..menurut kabar, si supporter tadi datang dari tempat yang jauh dan harus rela membeli tiket di calo dengan harga beberapa kali lipat karena di loket sudah dinyatakan "sold out"..dengan pengorbanan demikian tentu saja beliau menginginkan hasil yang terbaik, paling tidak permainan yang terbaik..(jadi meskipun kalah gak ngenes2 amat!)

Saya mencermati hal ini murni dari "kacamata" saya sebagai seseorang yang tidak begitu menyukai sepak bola (khususnya persepakbolaan Indonesia!),. tapi dengan melihat kejadian di atas saya pun merasa sedikit mampu memahami bahwa rakyat Indonesia memiliki harapan yang luar biasa terhadap kemajuan bangsa ini..(dalam konteks ini aktornya adalah si supporter bola terhadap persepakbolaan Indonesia).. Penonton TIMNAS terlalu lelah menyaksikan KEKALAHAN, terlalu lelah hanya terus berharap akan KEMENANGAN.. lalu apakah berlebihan jika akhirnya ekspresi-ekspresi semacam tadi terjadi?? saya rasa TIDAK! justru jajaran TIMNAS lah yang semestinya memanfaatkan moment tadi sebagai IMUNISASI awal di tubuh mereka untuk memberikan HADIAH yang sudah lama kita tunggu-tunggu..bagaimanapun kami tetap akan berteriak mendukungmu..

BRAVO TIMNAS!!  Jangan bisanya cuma macarin JULIA PEREZ..;p


Monday, January 4, 2010

unforgetable parts

wheeewww.....

waktu disuruh bikin testimony tentang temen-temen dalam format di Inbox face book,,
jelaslah pikiran gw langsung bilang.."HAH! Mana muaaaattt??"...
secara 4 tahun sama-sama pastilah perwakilan kata-kata dalam testimony gak bakal bisa kalo cuma sedikit...

timing yang paling seruu deeh klo disuruh ngasih opini tetntang temen-temen..soalnya itung-itung melampiaskan hasrat "NGOMONGIN ORANG"..tapi yang ini rada halal kan dikiitt..kan yang diomongin bisa tau...jadi gak masuk GHIBAH lah smoga..hehhee

Banyaaaaaaakkkk banget kalo mo isebutin kenangan apah ajah yang gw dapet di Tafsir hadis khusunya di kelas TH/A.... kelas manah coba yang KOMPAK dalam berbagai hal selain kelas TH/A??..dari yang tiap musim liburan ngadain jalan-jalan (walopun pernah gw cuma ama iji cw yg ngikut jalan2)..sampe kalo tiap UJIAN kompak banget juga soal OPER-MENGOPER JAWABAN..hahahaha:)

gw mulai dari sapa yaaaa???? dari yang paling awet muda dulu dehh;))

Mua'mmar Arsyad: waahh for d'first time nii gw nulis namanya LENGKAP dan SEMPURNA!! soalnya biasanya gw cukup manggil beliau dengan sebutan "BROT!" atau kalo mo lebih panjang sedikit gw panggil.."Jebrooooooootttt!!" beberapa kali gw satu team work sama beliau, baik itu di KELAS di yayasan sampe di BEM-J, ngebuat gw cukup bisa laah NGEGAMBARIN sosok brot...
Bener kta Agus, Brot ituu PDnya GEDE se-GEDE badannya.. kadang-kadang over confidence malah..brot itu kadang-kadang MATRE! ngukur apa2 harus pake balesan, harus ada timbal balik..brit juga LAKI-LAKI yang TUKANG INGKAR JANJI..(nyebelin tau!)..susaaahh banget deh dipercaya janjinya..setiap gw minta sesuatu (entah itu barang apa DUIT) dya selalu bilang.."JADI MADUNYA SAHLAH duluu tapi yaaaa!!"..huuuuuuuu;p

tapii brot ituu punya PERHATIAN yang gak kalah GEDE sama PDnya...brot sering banget telpon gw cuma buat NGOMENTARIN HIDUP gw..mau itu komentar soal suara gw yang "SUPER PELAN" ini, komen soal PACAR gw, komen soal proses hidup gw, sampe komen soal SATU JERAWAT yang muncul di muka gwe.. Brot ini salah satu orang yang ngebuat gw nyaman deket dya..(NO MATTER WHAT PEOPLE SAID!)..walopun di luar sana banyaaaakk bgt yang bilang kalo brot itu bgini lah bgitu lah...tapi yaa mungkin karena PERHATIAN tadi itu yang ngebuat gw gak RAGU buat OPEN ama dya.. Brot bisa lyat gw dari sisi lainnya gw.. Brot gak cuma mandang gw sebagai CEWEK BERISIK (kya orang2 yg pertama kali lyat gw!).. Brot tuu ngebimbing banget deh..walopun kadang-kadang MAKSA gitu ngebimbingnya..hehehe..
gw bdoaaa banget kalo gw ama Brot tetep kya gini hubungannya..meskipun ntar dia udah jadi PENGUSAHA SARUNG NO.1 di Dunia dan gw jadi Miss UNIVERSE (sesuai dgn doanya Agus)...Keep in touch yaaa..HARUS!! Love U BROT;)


TO BE CONTINUED


Saturday, January 2, 2010

the dream that through of my mind

Seperti malam-malam 31 Desember lainnya..Saya memang selalu menghabiskannya dengan waktu yang tidak seperti kebiasaan teman-teman seumuran lainnya. Jika temen2 ramai menghabiskan waktu dengan berbagai hal yang lazim kita kenal pada malam perayaan tahun baru, sebut saja terompet, kembang api atau pacar  ditempat-tempat yang menjadi pusat keramaian.. hal demikian hampir tidak pernah berlaku dalam hidup saya..

Bukan karena tidak mampu membeli terompet atau kembang api, apalagi karena tidak memiliki pacar, saya hanya tidak memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu dengan hal-hal demikian, masalah ini erat kaitannya dengan "undang-undang yuridis" yang berlaku dalam keluarga saya.. Ayah saya seorang yang sangat konservatif, yang masih memandang perayaan tahun baru merupakan euphoria yang tidak lazim..

Apakah dengan kenyataan ini saiia menyesalinya??
jawabannya "TIDAK!"...Sungguh.. Saya TIDAK menyayangkan kenyataan ini..karena keluarga saya pun mencukupi kebutuhan saya dengan hal-hal yang lebih essensial..sederhana memang tapi sangat membekas sepanjang tahun..seperti mengajak saya menegluarkan segala harapan saya di tahu mendatang dengan cara berdo’a di tempat-tempat yang menyelenggarakannya (masjid.red)

Sebetulnya bukan hal ini yang ingin saya tuangkan disini...
ada satu hal yang unik yang saya dapatkan di malam 31 Desember kala ini..malam ini, saya dijadwalkan untuk hadir pada pengajian bulanan di rumah salah seorang dosen saya yang letaknya tidak begitu jauh dari kediaman saya..

Tidak seperti bulan-bulan yang lalu, malam ini, kami para peserta pengajian dibagikan oleh sang empunya hajat selembar kertas lengkap dengan alat tulisnya..
setelah menghabiskan waktu dengan bertanya apa sih tujuan kertas tadi dibagikan,. Ternyata..inti dari pembagian alat-alat tadi ialah kami diminta atau lebih tepatnya DIPAKSA untuk berikrar (Dengan menyebut Nama Allah pula!) dan berharap akan sesuatu hal yang kami inginkan 5 tahun ke depan....(berbeda dengan ujian akhir semester, mengerjakan "soal" yang satu ini sangat sulit untuk MENCOTEK;p)
Yang mana lembaran ikrar kami itu adalah sebagai berikut:

بسم الله الرحمن الراحيم

"Hari ini 31 Desember 2009, saya berikrar akan menjadi orang yang lebih baik dan lebih baik lagi. Sehingga dalam 5 tahun ke depan saya sudah:(untuk yang bagian ini kami diminta untuk menyebutkan harapan kami masing-masing) dan pada saat itu yang terlintas di pikiran saya adalah:

- SAYA SUDAH HARUS BEKERJA DI TEMPAT TERBAIK DENGAN POSISI, PENGHASILAN DAN ILMU TERBAIK DAN TENTU SAJA DIDAMPINGI SUAMI TERBAIK!

Dan bila hal ini tidak tercapai maka saya akan memilih untuk:
- Menjadi Ibu dan Isteri Tercantik dan terbaik di rumah

(hahaaa..pikiran yang teramat standar yang dimiliki oleh seorang wanita bukan?) tapi sungguh kalau boleh jujur memang "sesederhana" itulah impian saya...walaupun tentu saja saya akui begitu banyak mimpi-mimpi lainnya yang ada dalam benak saya, bisa sekolah lagi, menjadi aktivis sosial, punya sekolah dan perpustakaan gratis, memiliki pusat pengembangan Sumber Daya Perempuan dan sebagainya.. namun sejatinya mimpi pada poin pertama lah yang menjadi impian utama yang terpikirkan oleh saya (paling tidak untuk sekarang ini)

Saya percaya Tuhan akan lebih memahami jika suatu waktu keinginan yang saya panjatkan berubah...

Dan akhirnyaa bukankah setelah mimpi yang dilalui dengan usaha, hanya do’a kekuatan terbesar kita...Smoga Tuhan Merahmati langkah saya dan kalian di Tahun baru ini dan tahun-tahun berikutnya untuk menggapai mimpi-mimpi yang kita miliki..Ameen;)

HAPPY NEW YEAR GUYS!

Wednesday, December 23, 2009

Full Authorized This Note by Muhammad Yan

Hadiah terbesar bagi seseorang yang merasa berhasil ialah sebuah peringatan bagaimana jika keberhasilan tadi tidak berpihak padanya... peringatan yang mengingatkan betapa jahatnya kesombongan, betapa sebentarnya keindahan dalam keberhasilan itu, betapa mungkinnya dan mudahnya Tuhan membalikkan keadaan..
dan disaat saya merasa berhasil..kalimat-kalimat di bawah ini datang untuk saya...

"Sebesar Keinsyafanmu
Sebesar itu pula keuntunganmu

Apapun yang sudah kamu hadapi, kamu jalani, berat ataupun ringan.
kamu gak berhak menginginkan atau menuntut hasil apapun.
kamu hanya berhak menikmati proses.

Dan diantara hak yang pantas kamu dapatkan, kamu berkewajiban untuk bersyukur.
KENAPA?
karena kamu sudah diberi kesempatan oleh-Nya untuk menikmati proses tersebut
jadi..sesungguhnya terserah Dia-lah untuk menentukan hasil untuk kamu.

Dan perlu diketahui...
kamu bersyukur atau tidak pun, maka itu tidak mempengaruhi sedikitpun
akan kekuasaan dan Maha Besar-Nya
jadi tinggal bagaimana kita mencari hakikat dari proses yang sudah dijalani

Gak usah Khawatir. Dia Maha Adil..!
jika hasilnya buruk atau tidak seperti harapan,
sesungguhnya Dia begitu menyayangimu
seakan tidak ingin melepaskan pelukan-Nya untukmu
Dia berkata: "TERUSLAH MENANGIS, TERUSLAH MEMOHON KEPADAKU!" Seraya tersenyum.

Jika hasilnya manis dan begitu menggembirakan
mungkin Dia memberi kesempatan untuk kamu sejenak melupakan-Nya
dan membiarkanmu tersenyum dan tertawa menikmati kepuasan diri
sambil setelahnya Dia menyiapkan proses yang sangat dan sangat berat untuk kamu
hingga senyum dan tawamu saat ini hilang tak berbekas.

Maka kembalilah ke dalam pelukan-Nya
dengan jiwa yang tenang, bersih
hati yang Ikhlas, suci tapi penuh ketegaran dalam menjalani proses dan hasilnya.."

Tuesday, December 22, 2009

Mama bilang, 'Ayam-ayamku"

Di suatu pagi yang selalu luar biasa (karena saya selalu bisa melewatinya dengan tak kurang satu apapun)...
saya duduk bersama ibu saya menyaksikan tayangan musik yang sedang menjamur akhir-akhir ini...
kebetulan pagi itu salah satu BAND TERKEMUKA (lebih tepatnya,SEMPAT TERKEMUKA!) sedang bersiap-siap akan tampil menyanyi...
setelah diwawancara beberapa saat oleh para host, mulailah band "terkemuka" tersebut bernyanyi
dengan semua ke-oke-an yang berusaha mereka tampilkan..
Namun, sangat-sangat disayangkan, setidaknya itulah menurut saya, karena ke-oke-an performa mereka tidak diiringi dengan ke-oke-an kualitas karya mereka,,
ketika di tengah perform mereka, layar kaca televisi saya memunculkan judul lagu yang mereka nyanyikan..saya cukup menggelengkan kepala (pertanda heran!) ketika mengetahui jika judul lagu tersebut bertuliskan.."Ayang-ayangku".. dan yang lebih menyita ekspresi saya adalah..ketika ibu saya berkata...

" HAH?? JUDUL LAGU KOK AYAM-AYAMKUU Siiihhh..."

hahaha....menurut saya jika anda para musisi ingin musik anda diterima dengan cara yang elegan oleh semua pihak (tidak hanya kalangan anak muda, tapi jg ibu2!), buatlah lagu yang BERKUALITAS universal... bukan saja kualitas pasar, tapi kualitas konten musik, dari rythme sampai lyricnya...

Mulailah untuk membantu mencerdaskan generasi bangsa melalui musik-musik yang kalian buat, karena mungij tidak hanya saya, tapi masyarakat Indonesia lainnya rindu akan hal itu. Rindu akan syair sebagaimana yang dulu Kla-Project buat, rindu akan tatanan irama secerdas yang Chrisye nyanyikan mungkin, atau paling tidak semudah namun nyaman ketika kita mendengarkan Sheila On-7.